Sayat ati
Tersesat aku dikepala sendiri. Pikiranku penuh soal hari-hari yang sudah dilewati
Bagaimana aku terus menambal luka yang mana saja, yang bisa kuupayakan untuk sembuh dengan sendirinya. Namun, hingga kini, aku tak pernah benar-benar menemukan sembuh. Tak pernah ada jalan yang bisa kuganti selain menyesali.
Kataku kepada diri dan aduanku kepada Sang Illahi, mampukanlah aku untuk meluapkan segala kecewaku dengan karya yang bisa menghidupi apapun lebih baik lagi.
Yang kisahnya tak bisa kurasakan di dunia nyata, kutuangkan segenap harap serta cita dan cinta yang tak pernah benar-benar kurasakan selama ini meski sudah diikat kalimat janji sehidup semati. Yang manusianya gemetar tangis terbata saat membacanya, nyatanya hingga detik ini jadi yang paling menyakiti.
Bagaimana rasanya hanya diri ini yang dinanti
Bagaimana rasanya dicintai dengan benar tanpa harus kebingungan lagi
Bagaimana rasanya menyayangi dengan rasa aman tanpa harus takut disakiti lagi dan
Bagaimana rasanya menjadi yang pertama kali satu sama lainnya
Tiada yang lain lagi.


Komentar
Posting Komentar